DEKANDIDAT.ID – Pertarungan sengit masih berlangsung di ajang Turnamen JAPFA Chess Festival 2025. Dari 12 Kategori yang dipertandingkan, hingga babak kedelapan yang dimainkan Rabu (8/11), di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, baru satu Kategori yang sudah memastikan juaranya, yakni di Kategori U10, Arena International Master (AIM), Jessen Michael Aiji Pranata.
Sementara di 11 Kategori, penentuan siapa yang bakal menjadi juara, harus ditentukan melalui laga terakhir atau babak kesembilan, Kamis (9/11), di tempat yang sama.
Turnamen JAPFA Chess Festival 2025, merupakan turnamen ke-15 yang digelar oleh PT JAPFA Comfeed, menyediakan hadiah total sebesar Rp209.150.000.
Ke-11 kategori yang gelar juaranya masih diperebutkan adalah Kategori Open, Kategori Senpi, Kategori Veteran, Kategori Beregu, Kategori Blitz, Kategori U18, Kategori U14, Kategori U10, Kategori G 18, Kategori G 14, Kategori U 10, dan Kategori Best JAPFA (Khusus karyawan JAPFA).
Khusus untuk Dwi Tarung Putra dan Putri yang hanya memainkan enam babak pertandingan, dengan rincian dua babak catur standar atau catur klasik, dua babak catur cepat, dan dua babak catur kilat, telah berakhir hari ini.
Di Dwi Tarung Putra, GM Susanto Megaranto tampil sebagai juara setelah mencatat kemenangan telak 5,5 VP – O,5 VP dari lawannya GM Daniel Quizon dari Filipina. Sedangkan pada Dwi Tarung Putri, pecatur muda cantik Indonesia, WIM Shafira Devi Harfesa harus mengakui kehebatan WIM Amina Kairbekova dari Kazakhstan dengan skor 4,5 VP – 1,5 VP.
Kategori Open Panas
Untuk Kategori Open, situasi semakin memanas. Gelar juara masih diperebutkan oleh tujuh pecatur, yakni Fabian Glean Mariano dengan 7 poin kemenangan (7 VP).
Partai remis di babak kedelapan saat menghadapi Aditya Bagus Arfan (6,5), membuat perebutan gelar di kategori ini masih panas. Lima pecatur lain yang ikut bersaing mengejar titel juara adalah Gilbert Elro Tarigan, Hamdani Rudin, Satria Duta Cahaya, Awam Wahono, dan dan Arif Abdul Hafiz. Kelima pecatur ini sama-sama mengemas 6,5 VP.
Fabian sepertinya tak akan mudah memenangkan partai terakhirnya untuk meraih gelar juara, karena Dia harus menghadapi Arif Abdul Hafiz. “Untuk pertandingan besok, saya akan mempelajari sebanyak mungkin partai-partai pertandingan yang telah dimainkan oleh calon lawan saya. Tak lupa, saya juga harus menjaga stamina untuk pertandingan besok. Saya akan berjuang maksimal untuk meraih gelar juara,” tukasnya.
Hal senada juga dilontarkan Aditya Bagus Arfan. Dia akan berjuang habis-habisan untuk memenangkan pertandingkan besok. “Untuk pertandingan besok, saya harus menang.”
Situasi serupa juga terjadi di Kategori Senior Putri (Senpi) dan Kategori Veteran. Untuk Kategori Senpi, jika ingin merengkuh gelar juara untuk pertama kalinya, WIM Ivana Lasama yang telah mengemas 7 VP harus menang saat ditantang Noor Latifah (4 VP).
“Peluang saya untuk memenangkan pertandingan besok terbuka lebar, karena lawan yang akan saya hadapi kemungkinan selisih poinnya sekitar dua poin. Saya ingin meraih gelar juara di Kategori Senpi untuk pertama kalinya. Di kategori lain, saya pernah menjadi juara,” katanya.
Untuk Kategori Veteran, IM Ivan Situru yang sempat memimpin klasemen dan optimis bakal menjadi juara, kini posisinya terlempar ke peringkat sembilan dengan 5,5 VP. Persaingan memperebutkan gelar juara terjadi di antara delapan pecatur. Peringkat pertama diduduki Johan Gunawan (7 VP), disusul NM Tiles Aris (6,5 VP), NM Hudallah (6 VP), Epi KP (6 VP), Maksum Firdaus (6 VP), Syarf Hidayat (6 VP), dan Musa Manarisip (6 VP),
Di Kategori Beregu, tersisa tiga tim yang akan memperebutkan gelar juara, yakni DLH Star (6 VP), DLH Adipura (5 VP), dan PT Kenika SCC Platinum juga dengan 5 VP. Sementara Tim Catur JAPFA berada di posisi ke-12 dengan 2 VP, dari 16 tim yang ikut ambil bagian.
Satu-satunya kategori yang telah menetapkan juara adalah Kategori U10. Jessen Michael Aiji Pranata, siswa kelas 5, SD Permata, Bogor, unggul 1,5 VP dari peringkat kedua, Banyu WigunoWening (6 VP).
“Saya senang sekali bisa jadi juara,” ucap Jessen polos.
Budiaji Suryawijaya, ayah dari Jessen bercerita, untuk bisa memenuhi ambisi anaknya yang sangat ingin menjadi Grand Master, Dia harus rela anaknya memilih fokus mendalami olahraga catur. Dia ingin Jessen kecil juga sukses di jalur pendidikan. Budi ingin putranya kuliah di ITB.
“Jessen sangat ingin menjadi Grand Master. Dia sering bilang ingin pergi ke luar negeri, bertanding catur, ujar Budi.
Dia bercerita, Jessen sebelumnya menjalani home schooling dua tahun. Kemudian melanjutkan pendidikannya di SD Regina Pacis setahun. Karena terlalu capek, tak bisa menggeluti hobinya bermain catur, kini Dia pindah sekolah lagi. Budi ingin menyekolahkan anak di sekolah yang mensupport pelajar yang juga atlet.
“Kalau tetap sekolah di SD Regina Pacis, Jessen nggak punya waktu untuk belajar catur. Dari rumah ke sekolah, waktu tempuhnya 1 jam. Pulang pergi, dua jam. Dia sudah capek, selain jarak tempuh yang jauh, Dia harus mengerjakan tugas sekolah,” lanjutnya sedih.
Jessen akhirnya minta pindah ke sekolah yang dekat dari rumah, sehingga Dia tidak kecapean, pulang pergi ke sekolah.
“Saya pindahin Dia, ke SD Permata, Kabupaten, Bogor. Jarak sekolahnya dekat dari rumah, cuma tujuh menit untuk sampai ke sekolah. Jessen jadi punya banyak waktu luang untuk memperdalam catur. Saat memperkenalkan dirinya di sekolah baru, Jessen menulis cita-citanya ingin menjadi Grand Master.”
Budi sangat bahagia atas keberhasilan putranya menjadi juara di Turnamen JAPFA Chess Festival 2025.
“Jessen sudah tiga kali mengikuti Turnamen JAPFA. Pertama kali ikut, Jessen terlempar dari 15 Besar. Keikutsertaan kedua, Dia peringkat keempat. Kini di kesempatan ketiga, Jessen baru berhasil menjadi juara.
Meskipun seandainya di babak kesembilan atau laga terakhir kalah, Jessen sudah memastikan meraih gelar juara untuk Kategori U10.
















