Raih Penghargaan MURI, Eka Cipta Wirya Makin Bersemangat Majukan Olahraga Catur

  • Bagikan

DEKANDIDAT.ID – Owner Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA), sekaligus pendiri Museum Catur Indonesia, Eka Putra Wirya sama sekali tak menyangka ketika Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan dua penghargaan, Senin (22/9) siang, di kantor MURI, Kelapa Gading, Jakarta.

Eka Putra Wirya dan GM Utut Adianto sebagai tokoh catur di Tanah Air menerima MURI untuk dua ketegori, yakni sebagai ‘Sekolah Catur Pertama di Indonesia (SCUA)’ dan Museum Catur Pertama di Indonesia’. Adapun SCUA dan Museum Catur Indonesia berada di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Eka Putra Wirya dan GM Utut Adianto merupakan tokoh di balik berdirinya SCUA dan Museum Catur Indonesia.

Jika SCUA berdiri pada tanggal 1 Juli 1993. Sementara itu Museum Catur Indonesia yang mulai dibangun pada 18 September 2022, baru diresmikan pada 26 Februari 2025. Awalnya Museum Catur Indonesia pembangunannya diagendakan kelar sekitar tahun 2023.

“Berat Mas. Kita pelan-pelan yang penting rampung pembangunannya,” ujar Eka Putra Wirya ketika itu dengan wajah tersipu.

Eka yang hadir di antaranya bersama Sekjen PB Percasi, Hendry Hendratno dan Manajer SCUA, Lisa Lomongdong, sama sekali tak menyangka kalau Dia dan Utut Adianto bakal mendapat penghargaan dari MURI.

“Saua sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Saya tidak menyangka meraih penghargaan ini. Dengan adanya penghargaan ini, membuat kami semakin bersemangat memajukan olahraga catur di Tanah Air,” ujarnya.

Saat Jaya Suprana menanyakan ketidakhadiran Utut Adianto, Eka mengatakan kalau Utut Adianto tak bisa hadir karena sedang dipanggil. Jaya Suprana pun menyela, ‘Dipanggil siapa, dipanggil untuk jadi menteri? Eka Putra Wirya pun tertawa kecil.

Eka yang mangaku sangat menggemari olahraga catur, sangat berharap suatu saat nanti ada juara dunia dari Indonesia. “Saya sangat berharap pada suatu saat nanti, akan lahir juara dunia catur dari Indonesia atau paling tidak akan muncul pecatur hebat di dunia asal Indonesia,” katanya berapi-api.

Dia menambahkan, karena begitu cintanya pada olahraga catur, Dia ikhlas mengeluarkan dana untuk bisa menciptakan pecatur-pecatur hebat di Tanah Air

“Karena cinta, semua akan saya jalani. Kita berusaha masyarakat Indonesia bisa melihat olahraga catur sebagai olahraga yang bisa membanggakan bangsa dan negara di kancah internasional.”

Untuk membuat olahraga catur disukai kalangan anak-anak, Eka Putra Wirya yang juga Dewan Pembina PB Percasi, dengan membuat even menarik. Hal itu dimaksudkan agar anak-anal tidak stress dan mau menekuni olahraga catur.

“Kalau catur dikemas dengan suasana serius, anak-anak pasti enggan menyukai olahraga catur,” tukasnya.

Jaya Suprana Sakit

Jaya Suprana yang memberikan langsung Piagam Perhargaan sambil duduk di kursi rodanya mengatakan, sebenarnya Dia dalam kondisi sakit, rawat jalan, sehingga Dia langsung mempersingkat round down acara. Pembawa acara yang sebelumnya akan memperlihatkan video tentang perjalanan MURI, langsung dipotong oleh Jaya Suprana. Dia pun langsung memanggil satu persatu peraih penghargaan. Di antaranya Soendari Soekotjo, memperoleh penghargaan sebagai penyanyi keroncong yang bergelar doktor, serta penghargaan lainnya untuk enam kategori.

 

 

Total Views: 36 ,
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *