Robot Catur Capablanca Universitas Gunadarma Belum Terkalahkan

  • Bagikan
Angga CNN Indonesia tantang Robot Catur. Capablanca.

DEKANDIDAT.ID – Sebagai peliput olahraga catur, Angga, reporter TV CNN Indonesia, merasa tertarik dengan keberadaan Robot Catur Caplabanca, produk Universitas Gunadarma yang ikut ditampilkan di arena JAPFA Chess Festival 2023. Setelah tiga hari berada di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, puluhan orang telah mencoba ketangguhan Sang Robot.

Hasilnya dari sekitar 50 orang, mulai dari penghobi catur, hingga pecatur bergelar Grand Master, belum satupun yang berhasil mengalahkannya.

“Dari sekitar 50 pecatur, selama tiga hari ini, baru Grand Master (GM), Cerdas Barus dan Master Fide (MF) Sufian yang mampu bermain remis. Selebihnya¬† kalah,” ujar seorang lelaki dari Universitas Gunadarma yang ditugaskan menangani Robot Capablanca.

Dia menjabarkan, elo rating dari robot catur ini berada di kisaran 2.000. Kebanyakan dari mereka mencoba level 10, level tertinggi. “GM Cerdas Barus bermain remis di langkah ke-59, sedangkan MF Sufian memaksa remis pada langkah ke-92. Capablanca diprogram selama 25 menit saat bertanding menghadapi lawan-lawannya.”

Tak mau kalah dengan GM Cerdas Barus dan MF Sufian, Angga pun memilih bermain di level 10.

“Gw cuma ngerti cara jalannya bidak catur. Tapi Gw main di level 10, biar cepet kalah,” ujar reporter bertubuh jangkung yang humoris tersebut. Pertarungan pun dimulai.

“Hebat bener nih Robot,” tambahnya berseloroh. Setelah pertandingan berjalan sekitar 14 menit, Angga pun menyerah. Dia pun mengajak Sang Robot bersalaman, sebagai ucapan selamat karena telah memenangkan pertandingan. Tapi Sang Robot tak bergeming. Dia diam saja. Maklum, Capablanca cuma diprogram untuk bermain catur, tidak untuk berjabatan tangan.

“Payah nih Robotnya. Dikasih ucapan selamat, cuek aja,” tambahnya berseloroh.

Pada kesempatan tersebur Ketua Program Matching Fund 2023 Universitas Gunadarma, Dyah Anggraini menjabar, untuk membuat Robot Capblanca dibutuhkan waktu sekitar enam bulan. “Karena sudah memiliki prototype dari robot terdahulu, Bogoljubow, kita hanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Banyak orang terlibat dalam tim ini,” kata Dyah.

Ketika ditanya biaya yang harus dikeluarkan untuk menciptakan Robot Capablanca, Dyah merahasiakannya. “Sekitar 1 Miliar, adalah,” katanya seraya tersenyum tipis.

Sementara pihak JAPFA sengaja menghadirkan Robot Capablanca di arena JAPFA Chess Festival 2023 yang merupakan even ke-13 dilaksanakan bersama PB Percasi. “Siapa saja boleh mencoba melawan robot catur yang secara secara perdana akan dipertunjukkan dan diuji coba. Wartawan juga silakan mencoba,” tegas Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya.

Total Views: 12 ,
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *