LSI: Jika Pilpres 2 Putaran, Pemilih Partai Pro-Anies Lebih Banyak Pilih Prabowo

  • Bagikan

DEKANDIDAT.ID – Meskipun mengalami kenaikkan, namun elektabilitas Capres PDIP, Ganjar Pranowo masih kalah tipis dari Capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Demikian hasil survei terkini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis Rabu (30/8) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

“Hasil survei terkini LSI yang dilakukan 1-8 Agustus, elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 35,8 persen atau mengalami kenaikkan. Namun elektabilitas Ganjar masih kalah dari Prabowo Subianto (36,2 persen. Sementara Anies Baswedan 19,7 persen,” kata Peneliti Senior LSI Denny JA, Ade Mulyana.

Dalam survei bertajuk ‘Pertarungan Partai Pendukung Capres’, LSI Denny JA membuat percobaan head to head antara Prabowo dan Ganjar. “Hasilnya, Prabowo mendapat 51,5 persen, Ganjar 43,1 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 5,4 persen. Keunggulan Prabowo lebih telak, selisih 8,4 persen,” tambah Ade Mulyana.

“Elektabilitas Prabowo Subianto cukup konsisten mengalami kenaikan sejak Januari (25,4 persen), Mei (33,9 persen), Juli (38,2 persen), dan Agustus (36,2 persen).

Sementara Ganjar Pranowo, Januari elektabilitasnya mencapai 37,8 persen, Mei turun menjadi 31,9 persen, Juni (32,7 persen), Juli (35,3 persen), dan Agustus (35,8 persen).

“Sedangkan, Anies pada Januari elektabiltasnya 22,1 persen, Mei (20,8 persen), Juni (22,1 persen), Juli (18,4 persen), dan Agustus (19,7 persen).

“Prabowo untuk pertama kalinya mengalami penurunan pada Agustus sekitar dua persen, tapi ada kenaikan 10,8 persen dari Januari 2023.”

Bahkan, jika elektabilitas Prabowo dan Ganjar head to head sejak Januari, Ganjar cuma unggul pada Januari dengan selisih 4,66 persen. Sedangkan, Prabowo terus unggul sampai Agustus 2023 dengan selisih 8,4 persen.

Temuan survei LSI Denny JA lainnya adalah, jika Anies tidak ikut kontestasi, maka partai-partai pendukungnya cenderung mendukung Prabowo. “60 persen berasal dari Nasdem, 55,6 persen dari PKS, dan 57,7 persen dari Demokrat.”

Angka ini cukup jauh dibandingkan pendukung partai-partai yang mendukung Anies Baswedan dan memilih Ganjar Pranowo. Ada 24,4 persen dari Partai Nasdem, 37,8 persen dari PKS dan 38,5 persen dari Partai Demokrat.

“Prabowo unggul di semua partai pro Anies dengan dukungan tertinggi dari Nasdem, 60 persen,” kata Ade.

Poros Prabowo Unggul

Hingga saat ini, dukungan parpol terbagi ke tiga poros, yakni Poros Prabowo Subianto, Poros Ganjar Pranowo, dan Poros Anies Baswedan.

Partai di poros Prabowo terdiri dari empat yakni Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN. Di Poros Ganjar, ada PDIP dan PPP, sementara Poros Anies terdiri dari tiga partai politik, yaitu NasDem, Demokrat, dan PKS.

Survei teranyar Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Agustus 2023, total perolehan suara partai pro Prabowo masih tertinggi, 39,0 persen. Ganjar 25,2 persen, dan Anies 14,5 persen.

“Jika kita sandingkan data Pileg 2019 dan data survei Agustus 2023, perolehan suara partai yang berada di poros Prabowo terbesar,” jelanya.

“Partai poros Prabowo terbesar dalam perolehan kursi koalisi pada Pemilu 2019, yakni 46,09 persen. Terdiri dari empat partai, Gerindra 13,57 persen, PKB 10,09 persen, Golkar 14,78 persen, dan PAN sebesar 7,65 persen.”

Survei LSI Denny JA dilakukan melalui tatap muka dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Dengan 1.200 responden, margin of error survei ini sebesar 2,9 persen. Survei dilakukan pada tanggal 1-8 Agustus 2023.

Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement, dan focus group discussion.

Total Views: 33 ,
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *